SOCIAL MEDIA

Wednesday, December 25, 2019

Short Trip ke Puncak #3 : Royal Tulip Gunung Geulis dan Taman Safari Puncak Bogor

Awal November lalu, ada urusan penting yang mengharuskan kami ke Jakarta. Setelah urusan tersebut selesai, kami pun berencana untuk lanjut jalan-jalan.. Akhirnya kami memutuskan untuk ke daerah Puncak, Bogor. Selain karena lokasi tidak terlalu jauh, kami juga sangaatt merindukan udara segar Puncak setelah terjebak kabut asap di Palembang ..

Saat di Puncak, kami menginap di Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf. Royal Tulip Gunung Geulis ini merupakan hotel bintang lima yang berlokasi di Jl. Pasar Angin, Gadog, Bogor, Jawa Barat.

Di Royal Tulip Gunung Geulis, kami booked kamar tipe Studio. Fasilitas kamarnya: king bed, mini bar, all bathroom amenities dari Sensatia Botanicals, dan juga bathub. Btw, untuk bathub hanya ada di kamar tipe Studio dan Executive Studio. Rate/ night kisaran 2juta rupiah.

Ternyata kami gak salah pilih, benar-benar nyaman, sangat menyenangkan menginap di Royal Tulip Gunung Geulis. Pemandangannya sangaatt bagus!😍❤️

Ini foto-foto kamar tipe studio nya






Dan beberapa foto sekitar area hotel



Oh ya, kami juga dapat fasilitas untuk menikmati canape di Executive Lounge (khusus untuk kamar Studio dan Executive Studio).
Hidangannya enak-enak semuaaa 😆


Semua jendela full kaca, jadi kami bisa sambil lihat pemandangan pegunungan dan pepohonan. So relaxing! ❤️

Sayangnya, aku gak banyak mengambil foto pemandangan di sana karena saking menikmati hehee. Aslinya banyak spot-spot yang keren banget!

Malam hari-nya, kami makan malam di LL One Restaurant. Sebuah restaurant yang ada di dalam hotel Royal Tulip Gunung Geulis. 
Kalau tidak salah di sana ada dua restaurant, yaitu LL One dan Fire Grill & Bar.
Kami pilih di LL One karena yang penting ada menu yang cocok untuk anak. Tempatnya pun sangat nyaman, ada seating indoor maupun outdoor.

Kami pesan mie goreng spesial dan spageti carbonara. Minuman jahe hangat, juice, dan air mineral. Rasa masakannya enak sekali dan porsinya banyak bangeet 😆 Alhasil gak habis dan dibungkus buat makan lagi di kamar pas tengah malam lapar. Hehehe. ❤️

Ini beberapa hidangan yang sempat ku foto



Setelah menikmati makan malam, lanjut ke kamar deh untuk istirahat 😊

Pagi hari nya, kami menikmati sarapan yang juga enak-enak sekalii dan sangat bervariasi. Setelah sarapan kita lanjut jalan-jalan naik sepeda keliling area hotel. Jadi di Royal Tulip Gunung Geulis ini ada fasilitas penyewaan sepeda berbayar dengan biaya 40rb / sepeda. Areal Royal Tulip Gunung Geulis ini luaaasssss sekali, jadi cocok buat yang mau sepedahan sambil menikmati pemandangan yang asri dan udara sejuk. Namun begitu, ada beberapa spot area yang tidak boleh dilalui oleh pesepeda karena cukup berbahaya. Kalau sudah kelelahan bersepeda, tidak perlu khawatir karena tinggal lapor security ke pos terdekat untuk dijemput dengan mobil golf. Sepeda akan dibawa kembali ke hotel oleh concierge.



Asri dan super sejuk banget! Really had a pleasant stay in Royal Tulip Gunung Geulis 💓💓. Sayangnya pada saat itu kami gak sempat renang di pool-nya.. Kalau ada kesempatan lagi, pengin menginap di sana lagi ☺️

Nah mumpung lagi ke Puncak, kami juga sekalian jalan-jalan ke Taman Safari. Aku cerita sedikit yaa, tentang ke Taman Safari.
Btw, karena lokasi Royal Tulip Gunung Geulis ini masih berada di Puncak ‘bawah’, jadi kalau nginep di sana dan berniat mau ke Taman Safari, lebih baik berangkat agak awal sebelum jl. Raya Puncak macet (khususnya saat weekend). 
Untungnya kami saat itu pas weekdays, jadi jalanan walau cukup padat kendaraan tetap lancar.

Tiket masuk Taman Safari saat weekdays, dewasa @ Rp 195.000 dan anak di bawah 6 tahun @ Rp 170.000.
Di Taman Safari kami hanya melakukan Safari Journey, lihat cowboy show, ke istana panda, dan naik kereta gantung, kemudian pulang. Hehee. 
Sebenarnya di Taman Safari ada 9 pertunjukan edukasi, tapi kami saat itu cuma nonton cowboy show. Untuk naik kereta gantung dikenakan biaya Rp 50.000/orang untuk dewasa. Pokoknya santai dan happy-happy aja, karena bawa anak, mesti perhatikan mood dan jangan sampai kecapekan.













Semoga next time ada kesempatan menjelajah Taman Safari lagii (walaupun mama papa nya udah pernah berkali-kali ke Taman Safari, tapi rasanya berbeda ketika mengajak anak, Jadi excited lagi :D)

Setelah dari Taman Safari, tak lupa mampir dulu ke Cimory Riverside sebelum pulang untuk beli oleh-oleh ☺️

Okaay, sekian cerita jalan-jalannyaa. Ke Puncak selalu jadi andalan untuk staycation jarak dekat karena banyak tempat wisata yang baby/kids-friendly ataupun untuk sekedar mencicipi kulinernya 😁💓

Thursday, November 14, 2019

Pengalaman Daftar Haji di Tangerang Selatan

Alhamdulillah bulan September 2019 lalu, aku dan suami sudah mendaftar haji. Proses daftar haji ternyata tidak sulit lhoo, dalam satu hari saja sudah bisa selesai. Di blog post ini, aku mau share tentang pengalaman ku mendaftar haji yaa, semoga bermanfaat 😊

Aku dan suami mendaftar haji di Tangerang Selatan. Lokasi mengurus daftar haji ini harus sesuai dengan domisili KTP yaa. Caranya mudah sekali, terdiri dari dua step :
  1. Membuka tabungan/ rekening haji di Bank Syariah (bisa pilih bank syariah mana saja, kalau kami pilih Bank Syariah BRI karena paling dekat dari rumah).
  2. Registrasi di Kantor Kementerian Agama (yang ada di wilayah masing-masing).

Nah biar lebih jelasnya, aku rinci di bawah ini ya... 😊👇🏻

STEP 1- Bank BRI Syariah BSD 

Kami membuka rekening haji di Bank BRI Syariah BSD, yang berlokasi di Ruko Tol Boulevard. 

Kami datang sekitar pukul 09.00 pagi. TIPS: kalau mau urus daftar haji selesai dalam satu hari, lebih baik mulai ke Bank dari pagi yaa. Karena setelah kita melakukan setor uang haji dan urus dokumen di Bank, kita mesti nunggu validasi dulu kurang lebih selama satu jam. Setelah itu, baru deh kita diarahkan menuju kantor Kemenag untuk registrasi haji. 

Syarat membuka rekening haji di Bank BRI Syariah :
  1. KTP 
  2. NPWP
  3. Saldo buka rekening Rp 100.000 / orang
  4. Setoran awal haji Rp 25.000.000,- / orang
KTP - wajib hukumnya yaaa.. cukup bawa yang asli saja

NPWP - suami istri yang mendaftar haji cukup pakai satu NPWP saja (NPWP suami). Bagi yang gak punya NPWP atau hilang, gak perlu khawatir karena bisa kok cukup isi formulir gitu aja dan ttd. Waktu itu kami gak bawa NPWP soalnya hehee. CS-nya ngebantu banget, gak dibikin ribet 😃

Materai udah disediakan oleh Bank BRI Syariah BSD, jadi nanti tinggal bayar aja habis berapa materai.
Untuk Pas Foto (khusus haji), gak perlu bawa dari rumah/ foto dulu karena nanti di kantor Kemenag kita juga bakal diambil foto.

Untuk biaya haji ini sebenarnya Rp 35.000.000,- / orang. 
Tapi kita cukup memberikan setoran awal Rp 25.000.000 saja /orang, sudah bisa registrasi dan mendapat nomor porsi haji. Sisa 10 juta nya lagi dilunasi ketika sudah mau berangkat. 

Saat membuka rekening haji di Bank, cukup banyak dokumen yang harus kita isi dan ttd, seperti surat wakalah. Kira-kira memakan waktu sekitar 40 menit,  kemudian setelah semua selesai, kami diminta untuk menunggu sekitar 1 jam, untuk proses validasi.

Saat menunggu validasi ini bisa ditinggal kok, supaya gak bosan di Bank.
Waktu itu kita mampir melipir makan bakso dulu di dekat Bank BRI Syariah BSD.
Setelah kenyangg, kembali ke Bank dan sudah selesai di validasi. Alhamdulillaaaah
Seneng banget saat proses di Bank sudah kelar... 💖
Kemudian bukti validasinya dibawa ke Kantor Kemenag sebagai salah satu syarat untuk registrasi haji.

Foto saat registrasi di Kemenag Tangsel


STEP 2- Kementrian Agama Tangsel

Setelah urusan di Bank selesai, kita langsung registrasi haji di Kantor Kementrian Agama Tangsel yang berlokasi gak jauh dari Bank, yaitu di Kencana Loka BSD.
Pelayanan di Kemenag ini juga alhamdulillah gak ribet, dipermudah banget.
Kami hanya antri sebentar, menyerahkan dokumen, antri foto, lalu isi formulir lagi. Total di Kemenag tidak sampai satu jam sudah selesai urusan ❤️❤️

Syarat dokumen untuk registrasi haji di Kemenag Tangsel :


Syarat-syarat daftar haji di Kemenag Tangsel

  • Bukti validasi dari Bank Syariah
  • Fotokopi KTP (1 lembar)
  • Fotokopi KK (1 lembar)
  • Fotokopi akta lahir/ buku nikah/ ijazah (pilih salah satu - 1 lembar. Aku pakai fotokopi ijazah, tidak dilegalisir)
  • Pas Foto (foto di Kemenag)

Kalau Kemenag wilayah lain aku kurang tahu syarat dokumennya apa, mungkin sama saja yaa... Tapi lebih baik kroscek dahulu :)


Dokumen dari Kemenag setelah selesasi daftar Haji, Alhamdulillah


Oh ya, syarat foto di Kemenag untuk keperluan daftar haji :
  • Perempuan wajib pakai kerudung berwarna (bukan putih. Aku pakai kerudung warna krem, alhamdulillah gpp)
  • Baik laki-laki maupun perempuan saat foto tidak menggunakan pakaian dinas (suami ku  waktu itu pakai kaos polo biasa aja).
  • Pas Foto wajah 80%

Setelah selesai, kita dikasih tau deh perkiraan berangkat haji nya ini tergantung kuota masing-masing daerah. Kalau di Tangsel ini masa tunggu nya 20 tahun. Jadi InshaAllah, aku dan suami akan berangkat haji pas umur 48 tahun, Aamiin... Semoga aja bisa lebih cepat.
Untuk tahu info jadwal keberangkatan, bisa akses di web nya Kemenag, lalu masukkan nomor porsi haji kita.

Perkiraan Berangkat Haji Tahun 2040. Ada kemungkinan bisa maju :)

Selesaiii deh proses daftar hajinya. Satu hari saja kelar ❤️
Alhamdulillah dimasih kemudahan sama Allah ❤️

Ok, cukup sekian sharing pengalaman daftar haji di Tangerang Selatan. Senang sekali karena proses daftar haji ini ternyata sangat mudah, baik di Bank maupun pada saat registrasi di Kemenag nya.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi teman-teman yang berniat ingin mendaftar haji. Dan semoga memberikan umur yang panjang dan kesehatan pada kami semua, agar bisa menunaikan ibadah haji ini kelak dengan lancar, Aamiin Ya Allah.. 


Tuesday, October 8, 2019

Review Susu Pertumbuhan Untuk Anak 1 Tahun

Hii. Kali ini aku mau sharing tentang susu formula atau susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun.

Sebelum ketemu susu yang cocok, Anbiya juga ngalamin yang namanya gonta-ganti susu. Nah susu apa aja? Aku review di bawah ini ya berdasarkan pengalaman pribadi 😊

Btw, saat ini Anbiya berusia 19 bulan, masih ASI, susu yang aku berikan ini hanya sebagai pelengkap saja.




  • Lactogen
Ini susu pertumbuhan pertama yang diberikan untuk Anbiya. Rasanya gurih gurih manis. Anbiya suka. Tapii pup nya jadi berubah hijau tua gitu pas minum ini. Akhirnya pas satu kotak kecil habis, coba ganti merk lain.

  • Morinaga Chil Kid
Susu morinaga ini rasanya kebalikan dengan Lactogen, yaitu manis manis gurih. Dominan manisnya. Anbiya juga suka dengan rasanya. Namun lagi-lagi pup nya jadi hijau tua dan (maaf) super bau sekaliiii, kayak bau busuk gitu ☹️. Kata dokter, pup kehijauan belum tentu tidak cocok. Yang penting gak diare. Tapi karena jadi bau busuk setiap minum ini ntah kenapaa... Akhirnya aku pilih ganti susu aja.

  • Nutrilon Royal
Nutrilon Royal, rasanya enak juga Anbiya suka. Tapii sayangnya tidak cocok. Diare. Warna pup nya sih bagus kekuningan gitu, tapi jadi diare bisa berkali-kali bahkan saat lagi minum susunya juga 🙂
Jadi, gak sampai susu ini habis sudah ku stop.

  • Dancow 1+
Ternyata rasa susu Dancow 1+ ini lebih light, tidak blenek seperti susu Full Cream nya. Campuran antara gurih dan harum maniss, alhamdulillah Anbiya doyan. Pup nya juga ok minum susu Dancow ini. Pernah coba rasa vanilla dan madu, sama-sama enak dan Anbiya suka.

  • Pediasure Triplesure
Mulai beli Pediasure semenjak Anbiya 16 bulan, karena kalorinya lebih tinggi sedikit daripada Dancow. Dancow 160kkal/ serving, sedangkan Pediasure 180kkal/ serving.
Selain itu, aku lihat kandungan gizi Pediasure juga lebih ‘rich’ dibanding Dancow. Aku gak mengganti makan Anbiya dengan susu ini. Cuma ganti susu nya aja.
Jadi makan tetap 3x sehari, snack 2x. ASI masih terus lanjut. Dan karena usia segini lagi aktif-aktifnya, butuh gizi dan kalori yang cukup, jadi aku tambah susu pertumbuhan juga.

Pediasure Triplesure (formula baru) ini beda ya dengan yang formula lama (formula lama untuk keperluan medis).

Pediasure Triplesure formula baru, sama seperti susu pertumbuhan yang lainnya. Bahkan sekarang juga sudah ada kemasan 200 gram nya lhoo.. Tapi aku selalu beli yang kemasan kaleng besar, karena sudah tau Anbiya cocok minum ini dan lebih hemat jatuhnya.

Alhamdulillah Anbiya cocok minum Pediasure. Pup nya Ok. Rasa Pediasure ini dominan manis, tapi tidak sekental, semanis, dan sebleneekk kemasan lama kok 👌🏻
Oh ya, Pediasure ini bisa dibuat dengan air dingin/ air suhu biasa. Jadi salah satu kelebihan juga karena Anbiya memang sukanya susu yang dingin.
Selama minum Pediasure juga alhamdulillah tidak mengganggu nafsu makannya. Trik aku, kasih susu tidak di jam makan utama, agar tidak kenyang duluan karena susu. 

Btw, kapan-kapan aku mau buat tulisan terpisah mengenai perbandingan Pediasure Complete (lama) dengan Pediasure Triplesure (baru). Ditunggu yaaa 😉


  • UHT dan Pasteurisasi
Anbiya juga pernah minum susu UHT maupun pasteurisasi, seperti Greenfields, Ultra, Morinaga Chil Go, Bear Brand, Frisian Flag, dan Diamond. Pertama kasih susu UHT pas Anbiya umur 13 bulan, ternyata malah diare, mungkin pencernaannya belum terlalu 'kuat' yaa. Sampai akhirnya pas gedean umur 18 bulan aku coba kasih lagi dan alhamdulillah sudah tidak ada masalah.
Favorit UHT = morinaga chil go, tapi apa aja mau sih anaknyaa.. Hehee


***

Kesimpulan:
Susu pertumbuhan yang cocok di Anbiya: Dancow dan Pediasure. Tapi saat ini masih pakai Pediasure. 
Pilih Pediasure karena komposisinya yang bagus sebagai pendamping dari makanan utama + ASI,, untuk menunjang tumbuh kembangnya terutama di 1000 hari pertamanya ini (golden age). Selain itu, karena Anbiya cocok (tidak ada masalah pencernaan) dan suka sama susu ini.

Untuk susu UHT/ pasteurisasi juga suka stock di rumah, karena aku dan suami juga sangat suka minum susu. Ntah frisian flag, ultra, bear brand, greenfields, jadi Anbiya suka ikut minum juga. 
Dan khusus kalau bepergian, Anbiya minumnya juga susu UHT karena lebih praktis dan higienis.

Oh ya, Anbiya minum susu dengan gelas sedotan/ straw cup. Andalan : straw cup merk Boon 👌🏻
Atau digelek langsung dari gelas.
Jadi memang Anbiya gak minum susu dengan botol dot.

Kapan-kapan aku review di blog yaa.

Boon Snug Straw Cup

Ok cukup sekian review susu formula/ susu pertumbuhan untuk anak 1 tahun nya. Sekali lagi, apa yang ku tulis adalah berdasarkan pengalaman pribadi, semoga bermanfaat :)

Saturday, October 5, 2019

Pengalaman Beli Kacamata Di O.W.L Eyewear Aeon BSD

Akhirnyaa hari ini beli kacamata baruuu.. 


Kacamata sebelumnya bengkok lumayan parah karena gak sengaja ketindih, udah coba dibawa ke optik untuk dibenerin, tapi akhirnya putuss juga. Jadi mau gak mau beli kacamata baru deh..

Kali ini, aku tertarik beli kacamata di OWL Eyewear. Sebelumnya aku udah pernah lihat-lihat kacamata di OWL ini bagus-bagus dan modelnya up-to-date. Akhirnya hari ini aku ke OWL Eyewear yang cabang di Aeon Mall BSD City.

Btw, OWL ini brand asal Korea lho.. dan OWL merupakan singkatan dari Obsessed With Look.

Di OWL ini ada beberapa pilihan kategori kacamata, yaitu Smart, Fashionista, Weekender, Rebel, Executive, Flex, dan Premium. Tinggal pilih aja mana yang sesuai kebutuhan dan gaya masing-masing. Harga kacamata dibanderol mulai dari 699k - 1499k, sudah include lensa. Kalau mau upgrade lensa anti radiasi juga bisa dengan charge tambahan 399k. Kalau aku pilih lensa yang sudah termasuk paketan aja, itu juga udah bagus kok 😊

Pilihan kacamata di OWL ini buanyaakk bangeet, sampai aku bingung milihnya. Enaknya sih punya waktu yang longgar buat milih dan coba mana yang cocok ya.. Namun karena aku ke sana diintilin anak bayi, jadi mau gak mau harus dipercepat milih-milihnya. Hehee. Tapi alhamdulillaah akhirnya nemu yang cocok di aku. 😊


Setelah oke kacamata yang mana, lanjut deh periksa mata. Ternyata minus dan silinder aku turun lho! Kaget kok bisa yaa.. Sebelumnya emang aku suka ngerasa pusing sih kalau pakai kacamata lama. Aku kira minus nambah, tapi ternyata malah turun. Dan pas dicobain memang enakan pakai lensa yang baru ini dibanding lama. Jadii yaa alhamdulillah deh kalau emang beneran turun 🙂
Soalnya pas kapan gitu aku coba cek mata berkala di Optik Tunggal juga hasilnya turun. Beda gitu deh dengan yang sebelumnya..


Harga kacamata yang ku pilih 899k sudah termasuk dengan lensa. Alhamdulillah suka banget sama kacamata baru ku ini, ringan dan sangat nyaman dipakai. Dan aku suka juga dengan pelayanan di OWL yang ramahh..
Btw, OWL ini suka ada promo lho. Waktu aku beli kacamata ini, promonya lagi ada disc 50% untuk pembelian ke-dua. Lumayan kaann! Tapi karena aku gak ada rencana beli lagi dan keluarga ku juga gak, jadinya promonya gak terpakai deh.
Pembelian kacamata ini juga dapat satu tahun garansi lho.

Ok cukup sekian sharing pengalaman beli kacamata di OWL Eyewear. Semoga bermanfaat 😎


Friday, October 4, 2019

Review Hafiz Junior - Comforter Anbiya

Akhirnyaaa jadi juga beli Hafiz junior.. setelah galau cukup lama, worthed gak ya kira-kira? Mending Hafiz Junior atau Hafiz Doll yang besar? Dan akhirnya beli yang versi kecil nya deh alias hafiz junior.

Kenapa aku beli Hafiz Junior?
Tujuan utama sebenarnya untuk comforter bagi Anbiya. Kalau anak cewek biasa comforter-nya adalah boneka, yang bisa dipeluk-peluk sebelum tidur, nah karena Anbiya cowok, jadi deh pakai Hafiz Junior ini.
Sebelumnya, beberapa kali Anbiya kalau mau tidur suka minta lihat videonya waktu bayi di hp. Akhirnya daripada jadi kebiasaan sebelum tidur harus lihat hp, mending denger murotal aja atau lagu anak-anak islami yang ada di Hafiz Junior.


Dan semenjak beli Hafiz Junior, suksesss menarik perhatian Anbiya. Udah gak mau lihat hp, dan sukses juga sebagai comforter kalau mau tidur pasti selalu bawa Hafiz Junior ini.. tidur siang maupun tidur malam. 

Pernah pas mau tidur siang, Anbiya udah ngantuk banget dan aku cukup stel Hafiz Junior sambil dielus-elus, alhamdulillah akhirnya bisa tertidur sendiri. Jadi sekalian aku beli Hafiz Junior ini untuk tool persiapan sapih. 🙂

Ngomong-ngomong tentang comforter, aku juga pernah coba kasih mainan robot-robotan semacam figurine gitu, tapi gak mempan. Biasa aja gak yang sampai dibawa tidur dan bisa anteng. Makanya bersyukur banget, pas aku beliin Hafiz Junior ternyata Anbiya suka. Jadi gak sia-sia. Lantunan ayat-ayat Al-quran dan lagu islaminya bikin anteng dan tidur Anbiya jadi pules lhoo sambil dengerin 😊
Nyesel kenapa gak beli dari dulu pas baru brojol ya? Hehe.

Jadi kalau tidur malam, abis sikat gigi biasanya Anbiya minta dibacakan buku, trus lanjut tidur sambil dengerin Hafiz Junior.



Jadi itu lah tujuan utama ku beli Hafiz Junior. Kalau semisal nanti bakalan ngebantu Anbiya untuk belajar menghafal Alquran waah alhamdulillah banget.. Siapa tau bisa jadi Hafiz beneran yah aamiin.. 

Hafiz Junior ini ada berbagai tema profesi, yaitu polisi, pilot, dan dokter. Aku beli yang ‘dokter’ karena stoknya tinggal itu aja. It’s ok sih yang penting kan kontennya sama aja. Aku beli di Shopee dengan harga promo Rp 450.000,-
Dapat garansi satu tahun dan kalau rusak, service centernya ada di Ruko Taman Tekno BSD. Wah ini sih duekeettt banget sama rumah neneknya Anbiya tinggal nyebrang doang hehe.

But so far, Hafiz Junior ini punya body yang kokoh dan kuat banget. Setelah hampir tiga bulan pakai gak sengaja kebanting ataupun dengan sengaja dibanting (hehe maklum ya) tapi tetap ok gak ada retak-retak sedikitpun, suaranya juga tetap baguss. Semoga aja bisa awet yaa 😊

Btw, mau kasih sedikit perbedaan Hafiz Junior dan Hafiz Doll.

Hafiz Junior
  • Ukuran kecil, travel friendly pas untuk dibawa-bawa si kecil
  • Murotal hanya surah Al-fatihah dan Juz 30
  • Lagu-lagu islami 
  • Pengenalan profesi sesuati dengan tema yang dipilih (polisi/ pilot/ dokter)
  • Harga lebih murah. Pasaran Rp 600.000 tapi kalau sedang promo bisa sampai Rp 450.000



Hafiz Doll
  • Ukuran lebih besar
  • Murotal komplit 30 juzz
  • Lagu-lagu islami
  • Versi terbaru nya setau ku ada cerita kisah teladan Nabi 
  • Harga tentu lebih mahal 2x dari Hafiz Junior

Sekian review dari aku, kalau bagus mana, menurut ku disesuaikan aja sama kebutuhan.
Karena aku punya nya Hafiz Junior, menurut ku itu udah cukup bagus dan recommended.
Tapi kalau punya budget lebih gak ada salahnya untuk beli Hafiz Doll sekalian karena lebih lengkap. Semoga bermanfaat. 😊


Thursday, September 26, 2019

Sensory Play Dengan Water Beads, Amankah?

Hiii, kali ini aku mau berbagi pengalaman mengajak Anbiya bermain water beads.
Water beads ini salah satu mainan sensory play, bentuk asalnya bulat kecil yang jika direndam air dalam waktu yang ditentukan (sekitar 4 jam atau lebih) akan menyerap air tersebut dan menjadi besar. 
Water beads ini banyak dijual di e-commerce dengan harga yang murmerrr.

Yang membuat water beads ini menarik adalah warnanya yang cerah dan beragam, bentuknya yang bisa diremat-remat.
Manfaat bermain water beads, seperti sensory play atau pengenalan tekstur, mengenal warna, color sorting, transferring, dll. Favorit Anbiya adalah transferring water beads ini ke dalam wadah lain.


Tapi, apakah water beads ini aman?

Awal aku beli water beads sebenarnya udah agak lama, pas Anbiya umur 12 bulan. Tapi gak langsung aku buka. Aku simpan aja dulu, karena saat itu Anbiya masih ngalamin fase oral. Aku khawatir kalau water beads ini malah dimasukin mulut dan ketelan sama Anbiya. 

Akhirnyaa, aku buka dan ngenalin water beads pertama kali ini ke Anbiya pas umur 18 bulan, karena di umur segitu Anbiya udah gak gitu tertarik memasuki benda ke dalam mulut.

Water beads yang berwarna-warni ini sukses menarik perhatian Anbiya. Dipegang-pegang rasanya dingin dan kenyal karena mengandung air.
Btw, satu kantung plastik water beads itu kalau direndam jadinya buanyaakk banget lhoo. Aku dulu langsung semuanya ku rendam, alhasil aku merasa kebanyakan hahaha.

Tapi makin lama bermain water beads, aku jadi merasa khawatir. Walaupun Anbiya udah gak begitu suka masukin benda ke dalam mulut, tetep aja aku merasa khawatir kalau-kalaauuu gak sengaja kemakan. Takut gak bisa tercerna, atau malah membesar di saluran pencernaan karena water beads ini menyerap air dan jadi bikin sumbatan di pencernaan. Huhuu.
Namanya juga masih bayi 1.5 tahun kan. Apalagi tahu kita larang, makin penasaran pengin dicoba.

Akhirnya daripada resah terus tiap main water beads, aku buang deh. Hikss.
Buang bertahap. Sampai akhirnya buang semua 😂
Soalnya Anbiya tiap liat water beads, dia langsung merengek minta main ituu..
Maaf yah nak, kita main sensory play yang lain aja yaa. Yang gak bikin hati mama resah dan lebih aman untuk kamu. Hwahaa emak-emak parno😅
Tapi beneran, aku gak mau nunggu ada apa-apa dulu baru ku buang. Pikir ku saat itu 😌

Tapii, buat ibu-ibu yang kasih water beads untuk main anaknya, ya gpp juga. Gak ada yang ngelarang. Asal bener-bener diawasin yaaa...
Kalau aku moon maap, suka kebanyakan meleng 🤭😅

Dulu beli karena lucu aja liatnya, tapi sekarang pas udah dicoba.. kurang cocok water beads ini untuk mama parnoan kayak aku. Hehee.
Mungkin water beads ini lebih cocok untuk anak yang lebih besar > 4 tahun gituu kali yaa, yang udah lebih ngerti..

Monday, September 23, 2019

Review Mamypoko Royal Soft. Bagus Mana Sama Sweety Gold?

Hiii, kali ini aku mau review secara singkat salah satu merk popok premium untuk bayi, yaitu Mamypoko Royal Soft.

Aku beli Mamypoko Royal Soft ini karena popok Sweety Gold yang biasa dipakai Anbiya lagi kosong. Jadi laah akhirnya aku beli Mamypoko Royal Soft untuk sementara. Dan di review kali ini aku akan membandingkan keduanya, kira-kira lebih bagus yang mana yaa? 


Dari segi harga, beda tipis antara Mamypoko Royal Soft dan Sweety Gold. Kalau dihitung Mamypoko Royal Soft itu kisaran Rp 3.500/pc, sedangkan Sweety Gold Rp 3.000/ pc.
Kalau harga ini tergantung juga belinya di mana yaa. 


Dari segi penampakan, desain Mamypoko Royal Soft cute banget! Warna biru untuk boys, pink untuk girls. Gambarnya Winnie The Pooh full depan dan belakang.

       Bagian depan-belakang Mamypoko Royal Soft (kiri)  , Sweety Gold (kanan)

Dan sesuai dengan namanya “Royal Soft”, emang beneran kesan pertama saat aku pegang ini popok haluuusss buangeett dan karet pinggangnya sangat elastis.
Ada disposable tape-nya juga untuk menggulung popok sebelum dibuang.


Namun untuk ukuran popok premium seperti ini, sayang sekali tidak ada wetness indicator-nya. But it’s okay lah, lalu yang terpenting bagaimana dengan daya serapnyaaa??

Bagian dalam Mamypoko Royal Soft ini juga halus, dengan permukaan yang berbentuk garis-garis cenderung rata.
Kalau daya serapnya menurutku B aja. Kalau aku cek, pipisnya masih suka kayak ‘ngeyembeng’ haha apa ya istilahnya. Gak terserap sempurna, masih terasa lembap gitu kalau ku pegang. Huhuu

Berbeda dengan Sweety Gold yang memiliki permukaan diamond layer, membuat Sweety Gold ini JUARA banget daya serapnya apalagi saat dijadikan overnight pants dan andalan ketika sedang dalam perjalanan.

       Perbandingan bagian dalam Mamypoko Royal Soft (kiri) cenderung rata, Sweety Gold (kanan) diamond layers.

So, in conclusion. Menurut pengalaman pribadi ku yaa terhadap dua popok premium ini..

Mamypoko Royal Soft
+ karet pinggang super halus bangeeett dan elastis, tidak membuat ruam di kulit bayi
+ fit di tubuh bayi
+ ada disposable tape
+ desain cute
- tidak ada wetness/ pee indicator
daya serap kurang maksimal, ketika dipegang bagian permukaan masih terasa basah lembap

Sweety Gold
+ karet pinggang halus dan elastis, tidak membuat ruam juga
+ fit di tubuh bayi
+ ada disposable tape
+ ada wetness/ pee indicator
+ daya serapnya bagus, tidak lembap dan tidak pernah bocor

Ok cukup sekian. Semoga bermanfaat.😊


Btw, yang perlu diingat juga, mau sebagus apapun klaim itu popok, yang terpenting adalah yang cocok di anak masing-masing yaa...😊

Sunday, September 22, 2019

Trip ke Solo

Satu minggu yang lalu, kami sekeluarga pergi ke Solo untuk menemani Ibu mertua berobat. Sebelumnya, Ibu sudah menjalani beberapa pemeriksaan di Jakarta seperti MRI dan X-Ray, hasilnya Ibu harus menjalankan operasi tulang belakang.

Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan pengobatan/ second opinion dan rencana operasi di RS khusus bedah di Solo. Selain di sana dokter bedahnya sudah berpengalaman dalam bedah orthopedi, juga dari segi biaya lebih murah.
Sebagai gambaran, di Jakarta perkiraan biaya untuk operasi membutuhkan biaya yang sama dengan harga satu buah mobil honda jazz. Hehe. Sedangkan di Solo hanya setengahnya saja.
Selain dari biaya, banyak keluarga dan kerabat yang memang merekomendasikan untuk operasi di Solo saja karena sudah terkenal, dokternya-dokternya bagus, dan juga familiar banyak kenalan yang pernah op di sana.

Maka, berangkatlah kami road trip menuju Solo. Sebelumnya kami mampir dulu ke Tegal untuk pamitan dengan bude dan pakde.
Perjalanan dari Tegal-Solo cuma 3 jam aja naik tol. Bener-bener lancaaarr. Tol nya juga bagus banget. 

Tol Menuju Solo

Selama di Solo, kami menginap di Multazam Hotel yang berada di kawasan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hotelnya konsep islami, bukan hotel yang berbintang gitu tapi menginap di sana sangat nyaman, hotelnya bersih, cukup modern dan breakfastnya juga lumayan enak. Yang pasti, kenapa kami pilih hotel ini karena strategis dekat dengan RS yang akan kami tuju di Solo.

Lobby Hotel Syariah Multazam Solo

Selama Ibu bolak-balik periksa ke RS di Solo, hanya ditemani oleh Mas Ghi. Aku dan Anbiya cuma ikut sekali aja pas registrasi awal trus pulang, nunggu di hotel. Karna di RS tersebut dihimbau untuk tidak membawa anak < 12 tahun.

Selama di Solo, kami juga sempat kulineran ke susu segar Shi Jack yang terkenal itu. Favoritku susu coklat, sedangkan Anbiya suka banget susu plain-nya. Untuk makan siang dan makan malam juga gampang carinya, karena banyak resto juga di Solo, seperti Ayam Goreng Suharti, Gudeg Yu Djum, dan kami tanpa sengaja menemukan rumah makan Ayam Goreng Kampung Kleco (dekat makam haji) yang rasanya enaaakk sekali. Sederhana aja sebenarnya sih tempatnya, tapi enaaak, kalau jam makan siang cukup ramai, dan harganya juga sangaaaattt terjangkau untuk ukuran ayam kampung.

                            Susu Coklat Shi Jack

Karena di Solo ini tujuan utamanya untuk menemani Ibu berobat, jadi kami gak ada ke tempat tujuan wisata gitu, karena ya gak terpikir juga sih hehee. Paling pas mau pulang itu, kami sempat mampir ke pasar klewer untuk beli daster batik, tapi ternyata masih tutup.
Sekarang pasar klewer udah beda gak seperti dulu yang masih berbentuk pasar banget. Udah bentuk bangunan gedung bertingkat gitu dengan parkir basement. Jam buka juga mulai pukul 10.00. Jadi waktu kami ke sana jam 08.00 itu belum ada satu toko pun yang buka. Alhasil kami gak jadi belanja di sana deh... Cuma mampir ke toko batik yang ada di pinggir jalan di daerah Laweyan.

Alhamdulillah akhirnya urusan di Solo udah selesai, kami bisa segera kembali ke rumah. Pesan dokter untuk Ibu terus melanjutkan fisioterapi seminggu sekali, selama tiga bulan ke depan dan memakai korset khusus untuk support tulang belakang.
Semoga Allah selalu melindungi kami sekeluarga dan memberikan kesehatan. Aamiin..

Wednesday, September 11, 2019

Anbiya 16 - 18 Bulan

Besok Anbiya usianya sudah 19 bulan. Waahh gak terasa ya udah makin besar si anak ganteng😊
Dan biar ceritanya runut, aku mau nulis lagi nih mengenai perkembangan Anbiya di usia 16-18 bulan. Ceritanya dirapel karena memang kalau baca di buku panduan usia segitu kurang lebih sama milestone-nya. 

Dari perkembangan fisik, di usia 16-18 bulan berat badan Anbiya di kisaran 11 kg. Dan terakhir ngukur tinggi badan 85 cm. He’s very tall! 👶🏻
Lingkar kepala juga normal alhamdulillah. Kalau dilihat di growth chart semua ideal ya, tapi pas konsul ke DSA kalau bisa berat badannya dinaikin jadi 12 kg biar lebih berisi, karena Anbiya ini tinggi.
DSA juga menyarankan untuk selalu menyiapkan makanan atau cemilan yang kalori tinggi, karena Anbiya lagi masa aktif-aktifnya.
Di usia 18 bulan juga Anbiya dapat booster imunisasi DPT. Anbiya ambil DPT infanrix hexa.

MasyaAllah Tabarakallah


Nah, menurut buku panduan Eka Hospital, milestones bayi 16-18 bulan :
  • Minum dari cangkir
Alhamdulillah Anbiya udah lancar minum sendiri dari cangkir, kayaknya sejak usia 13 bulan gitu. Sekarang udah gak suka pencet dispenser untuk main-main. Tapi udah ngerti kalau pencet dispenser air keluar itu untuk minum, bukan buat mainan. Jadi kalau haus, Anbiya suka ambil sendiri gelasnya dan ambil sendiri dari dispenser kemudian diminum. 
  • Berbicara 3 kata
Udah bisa ngomong mama, papa, gendong, itu, ndak, makan, cicak, hmm apa lagi ya.. Tapi memang untuk berbicara masih kurang aktif di usianya yang ke-18. Masih banyak bicara bayi nya. 

Sempet takut kalau Anbiya speech delay, tapi perkembangan bahasa bayi itu ternyata gak sekedar pelafalan aja, namun juga mengerti kosa kata atau yang orang lain ucapkan, mengerti perintah tanpa ditunjuk. Itu juga salah satu proses bayi dalam belajar berbicara.
Anbiya udah ngerti dan paham semua nama-nama benda yang sehari-hari ditemuin. Kalau ngomong apa juga dia udah ngerti. Jadi tinggal ditunggu aja kapan “tanggul jebol” alias keluar tu kosakatanya. Dan Anbiya waktu baru lahir juga sudah test pendengaran di RS hasilnya bagus, jadi inshaAllah bakal bisa ngomong. Just wait.

Tugas mama papa, terus stimulasi kemampuan bicara Anbiya dengan sering ngajak ngobrol, bernyanyi, baca buku. Mudah-mudahan sebelum 24 bulan sudah lancar bicara. Aamiin..
  • Menumpuk Dua Kubus
Alhamdulillah ini juga sudah bisa. Mama beliin Anbiya Mega Bloks waktu ada pameran mom and baby fair di Jakarta. Awal -awal ajak main balok/ blok/ kubus ini harus dicontohin dulu sama orangtuanya, pas udah ngeh baru deh bisa ngikutin. Anbiya paling seneng bikin menara nyusun terus ke atas sampai tinggi banget! Hehee.
  • Berlari
Usia 18 bulan sudah lancar berlari alhamdulillah. Sekarang lagi aktif-aktifnya nih... 😊


***

Oke cukup sekian cerita milestones Anbiya di usia 16-18 bulan.
Semoga Anbiya selalu sehat, dalam penjagaan Allah, dan normal tumbuh kembangnya sesuai usianya. Doa mama papa yang terbaik tak pernah terputus untuk Anbiya. Mama papa gak akan pernah meragukan Anbiya, setiap anak itu spesial dan punya waktunya masing-masing. Tetap semangat, mama papa bantu stimulasi yang terbaik❤️

Friday, August 30, 2019

Berenang di Amanzi Water Park Palembang

Sekitar tiga minggu lalu, kami mengajak Anbiya renang di Amanzi Water Park. Amanzi ini merupakan water park terbesar di Palembang lho, lokasinya berada di dalam komplek Citra Grand City, Alang-alang Lebar.

Anbiya suka banget main air, biasanya weekend suka kita ajak renang di kolam renang hotel, tapi kemarin pengin ajak Anbiya rasain pengalaman baru renang di Water Park, dan Anbiya super happy bangeett... 😊


Saat pertama kali datang, kesannya langsung positif banget sama Amanzi ini. Lahan parkir nya luas, lobby-nya luas, dan ternyata tempatnya bersih! Beruntungnya saat itu juga gak terlalu ramai, padahal hari minggu lhoo. Lucky us! Hehee. Harga tiket masuk di hari minggu sebesar Rp 100.000/ orang. Anak di bawah dua tahun free charge.

Di bawah ini info lengkap harga tiket masuknya yah 👇🏻



Di sana juga ada booth khusus yang menjual pakaian renang anak dan dewasa. Juga ada foto corner yang bisa kita cetak untuk kenang-kenangan. Harga cetak foto sebesar Rp 20.000.



Tempat ganti baju dan bilasnya juga surprisingly bersih dan banyak. Jadi gak antri sama sekali waktu itu. Jujur aja, kalau ke tempat umum seperti water park ini aku suka males duluan mikir gimana ntar bilasnya, takut tempatnya kotor atau jorok. Tapi ternyata enggak! Di Amanzi tempat bilasnya bersih bangeet waktu itu. Tapi memang tempat bilasnya hanya ada air dingin aja ya, gak ada air hangat. Jadi pastikan yang bawa anak kecil apalagi di bawah umur dua tahun, jangan terlalu lama berenangnya takut kedinginan.



Selain itu juga ada fasilitas loker (berbayar) untuk menyimpan barang bawaan. Waktu itu kita sewa satu loker. Selain loker juga ada fasilitas lain seperti gazebo gitu (sepertinya bayar juga), kalau rame-rame datengnya kayaknya enak sewa gazebo sekalian. Atau kalau mau free ada juga tempat-tempat duduk di pinggir kolam, tapi tentu keamanan barang dijaga sendiri yaa :)

Oh ya, ada fasilitas klinik juga di Amanzi, dan waktu itu ketemu petugasnya yang menawarkan ibu menyusui boleh di dalam klinik saja.

Kekurangannya, gak boleh bawa makanan/ minuman dari luar. Tapi di dalam juga gak disediakan food court. Jadi cuma ada pedagang sosis-sosisan gituu dan aneka minuman ringan. Jadi emang di sana pure untuk renang/ main air sih. Bukan yang piknik makan-makan. Mungkin supaya tetap terjaga bersih ya lokasinya.

Untuk kolam renangnya sendiri, ada satu kolam khusus anak yang cukup besar disertai perosotan kecil dan besar. Banyak air mancurnya gitu juga. Anak-anak pasti senang bermain air di sana. Nah di bawah ini foto-foto waktu Anbiya lagi asyik main air 😊




Trus juga ada kolam yang cukup besar dan berliuk-liuk, yang mesti sewa ban dulu buat jadi perahu-perahuan (apa ya istilahnya? Hahah). Ada kolam dewasa juga dan perosotan nya banyaak. Perosotan yang mesti pakai ban ada, yang gak juga ada. Mirip-mirip di Water Boom Jakarta gitu deh. Aku cobain sekali naik perosotannya, tinggi bangett. Dan di atas ada petugas yang memandu gitu. 

Okay cukup sekian ceritanyaaa. So far, pengalaman kami sekeluarga renang di Amanzi Water Park ini cukup puas dan happy. 

Oh ya, di daerah Jakabaring juga ada OPI Water Fun lho. Kapan-kapan kalau kami ke sana, akan di review juga di blog ini 😊