• Friday, January 18, 2019

    Anemia Defisiensi Besi (ADB) Pada Bayi

    Desember lalu waktu Anbiya sakit dan demam tinggi, dokter minta untuk cek darah. Selain emang ketahuan sedang ada infeksi, ketahuan juga kalau Anbiya anemia karena Hb nya rendah. 
    Hasilnya 8,6 (normal 10-12).

    Kalau baca di web IDAI, kasus anemia pada bayi ini emang tinggi banget, dan kebanyakan penyebabnya karena defisiensi zat besi. 
    Jadilah, dsa Anbiya minta untuk cek serum iron, ferritin, transferrin, dan gambaran darah tepi untuk screening ADB.

    Hasilnya?
    FIX Anbiya mengalami Anemia Defisiensi Besi (ADB).

    πŸ’”πŸ˜­

    Kok bisa?

    Padahal semenjak mulai mpasi 6 bulan, Anbiya makannya lahap banget, mulai dari 2x bertahap hingga 3-4x sehari makan berat, dan 1-2x selingan buah. Aku juga selalu memerhatikan asupan makanan Anbiya bergizi. Menu empat bintang selalu diterapin (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur). Daging merah, ati ayam, kacang-kacangan, sayuran hijau, apapun yang tinggi zat besi seriinggg banget aku kasih karena itu favorit Anbiya. Ternyataa oh.. masih bisa juga kena ADB! 😒

    Anbiya juga gak punya masalah sama BB dan TB nya. Di umur 10 bulan ini BB 10 kg dan tinggi 74 cm (gak gemuk banget, tapi masih dalam range normal). Dan juga, gak tampak gejala klinis anemia


    Ternyata itu semuaa.., gak menjamin bebas ADB ☹️

    Beneran deh, kalau saat itu gak sakit/ cek darah, gak akan ketahuan Anbiya ADB. Karena gak ada gejala dan anaknya juga aktif. Jadi ini kayak alhamdulillah ketahuan, jadi bisa segera diterapi.

    Setelah diskusi sama dsa dan baca-baca tentang ADB, aku jadi makin paham.. dan menerima kenapa bisa terjadi.

    Anbiya bayi asi eksklusif. Kandungan zat besi di asi setelah 6 bulan sudah gak mencukupi lagi. Kebutuhan zat besi harian bayi 6-12 bulan itu 11mg/ hari, sedangkan ASI hanya mengandung 0,3mg zat besi aja (sumber web IDAI). Jaauuhh yaa gap-nya.. Trus kurangnya segitu banyak itu dapet darimana? Ya dari pemilihan mpasi yang tinggi zat besi atau sebagai alternatif bisa kasih mpasi fortified a.k.a mpasi instan atau juga dengan suplementasi zat besi.

    Selama ini aku selalu bikin mpasi homemade, di mana kekurangan dari mpasi homemade ini nilai kandungan gizinya gak terukur. Iya sih, kasih menu empat bintang, tapi gak tahu pasti dalam satu sajian itu berapa total proteinnya, karbo, lemak, zat besi, dan makro-mikro nutrien lainnya? Apalagi setelah melalui proses pemanasan atau pemasakan. Kecuali kalau niat mau ngitungin yaa..

    Jadi bisa aja walaupun aku udah sering kasih sumber zat besi tinggi, tapi ternyata jumlahnya gak mencukupi kebutuhan harian. Dan akhirnya berakibat pada defisiensi.

    Trus selain itu, Anbiya juga gak dapat suplementasi zat besi (untuk pencegahan) saat umur 4 bulan. Padahal menurut dsa, suplemen zat besi sudah bisa diberikan kepada bayi mulai umur 4 bulan.
    Nah, tapi Anbiya gak dapet karena waktu itu kita juga udah pindahan ke Palembang kan, udah ganti dsa baru, dan gak ada tuh dikasih suplemen zat besi, atau diberi edukasi mengenai ADB. 

    Jadi.. sekarang terapi ADB Anbiya :
    1. Minum suplemen zat besi (Maltofer) selama tiga bulan. Alhamdulillah Anbiya tiap malam dengan senang hati buka mulut untuk minum ni zat besi πŸ˜‡
    2. Tetap jaga menu mpasi yang diberikan tinggi zat besi (contoh: daging merah, ati ayam, bayam).

    Nah di bawah ini, contoh beberapa bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi (sumber web IDAI).


    (Fotonya kayak kepotong ya, soalnya emang di web-nya bentuknya kayak slide. Aku screencapture trus aku grid sendiri).

    Bismillah semoga terapinya berhasil, segera normal lagi Hb dan lain-lainnya..
    Anbiya juga semoga makannya lahap terus, jadi bisa kebantu sama kecukupan gizi dari makanan. Aamiin Ya Allah πŸ˜‡

    Ini jadi pelajaran berharga banget buat aku. Zat besi itu komponen penting dalam pertumbuhan. Jangan hanya terlena dan fokus sama lemak aja biar bisa boost BB jadi bayik ginuk ginuk nan luchuuπŸ˜”πŸ˜£
    Defisiensi zat besi bisa berpengaruh pada terlambatnya kemampuan motorik, susah konsentrasi, di beberapa kasus bisa juga bikin anak gak nafsu makan, atau banyak makan tapi berat naik sedikit atau bahkan stuck.
    ADB ini cukup banyak terjadi di Indonesia. Yuk jadi lebih aware.. Apalagi banyak kasus juga yang tanpa gejala. Mungkin bisa dikonsultasikan dengan dsa masing-masing mengenai perlukah pemberian suplemen zat besi atau screening ADB.

    Oh ya tambahan, mengenai menu mpasi untuk mencegah ADB. Sebaiknya sejak awal memulai mpasi sudah langsung diperkenalkan dengan menu lengkap. Kenapa? Untuk menjaga nutrisi seimbang, sekaligus pencegahan terhadap ADB. Kebayang gak, kalau mpasinya dikasih menu tunggal puree terus, padahal dari ASI kandungan zat besi nya sudah tidak mencukupi.. Ini yang membuat kasus ADB banyak terjadi di Indonesia. Jika belum bisa provide menu lengkap untuk mpasi, bisa diberikan mpasi fortified atau instan untuk awal. Ini aku baca dari highlight insta story dr. @metahanindita (dsa). Beliau banyak share ilmu mengenai ADB, stunting, dan seputar mpasi.

    Sekian sharing pengalaman ADB, nanti akan aku update lagi setelah terapi selesai, inshaAllah..
    #2019danseterusnyabebasADB

    Friday, January 11, 2019

    Anbiya 10 Bulan

    Anak mama besok ulang bulan yang ke-11, alhamdulillah.. Sebelum berganti bulan, mama mau cerita tentang tumbuh kembang Anbiya saat umur 10 bulan.
    Saat 10 bulan, berat badan Anbiya 9,8 kg, tinggi 74 cm, dan lingkar kepala 46 cm. Alhamdulillah ideal..
    Tumbuh kembang Anbiya juga sangaatt pesat saat berumur 10 bulan ini.
    • Anbiya sudah bisa merangkak.. alhamdulillah sayang.. gak merayap lagi ya, tapi benar-benar merangkak! Mama sangat takjub dan bersyukur sekali. Fase yang paling mama tunggu-tunggu.. melihat mu merangkak, nak.. Dan sekarang Anbiya udah bisa menjelajah rumah dengan merangkak. Good job sayaang😊 Nb: yang mau tau progres Anbiya merangkak, bisa baca milestone Anbiya 7-8 bulan.
    • Anbiya juga sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan/ sebagai tumpuan. Dan lancar. Kalau sebelumnya, Anbiya bisa berdiri dari posisi duduk 90 derajat, sekarang sudah bisa berdiri dari posisi benar-benar duduk di lantai. Sambil berpegangan badan aku, atau sofa. 
    • Lancar main baby walker. Sudah bisa muter kemana-mana, gerak maju, mundur, berputar. Awalnya saat main baby walker kalau jalan kakinya diangkat dua-duanya barengan, lama-lama sudah bisa menapak melangkah. Semoga bisa segera berdiri dan melangkah tanpa bantuan ya sayang ❤️
    • Tumbuh gigi. Alhamdulillah dua gigi di bawah udah nongol. Dan dua gigi atas otw numbuh hehee. Demam ga? Engga. Rewel ga? Biasa aja. Mama pakein Anbiya kalung baltic amber, beli di Amber Bead (Bali). Ini sih bentuk ikhtiar mama aja supaya Anbiya tetap nyaman saat tumbuh gigi. Alhamdulillah ga gigitin puting mama juga saat menyusui. Hanya saja sempat beberapa hari menolak makan bubur. Jadi cuma mau buah-buahan dan yang manis-manis. It’s ok, Anbiya tetap mau makan ☺️
    • Di umur 10 bulan, pertama kalinya Anbiya sakit! Sakit batuk pilek dan kena virus roseola. Roseola ini beda sama campak yah.. Alhamdulillah sih ruam merah roseola nya ini cuma ada sediiikiiiiittttttt banget. Beberapa spot di wajah (bagian rahang) dan punggung. Dikit dan tipis banget kalau ga dilihatin seksama mah gak kelihatan, dan hilang dalam waktu < 24 jam. Kata dokter gapapa. Nah karna roseola ini nih, Anbiya jadi demam tinggi selama tiga hari, dan mengalami kejang demam. Selain itu, dokter juga bilang kalau Anbiya mengalami anemia defisiensi besi (dari hasil lab), jadi Anbiya sekarang sedang terapi minum suplemen zat besi. Agak kaget pas dibilang ini sama dokter, karena Anbiya makannya lahap dan mama selalu masak sendiri mpasi menu 4 bintang. Menu nya pun sering banget daging merah, udang, atk, dll yang mengandung zat besi tinggi. Tapi ternyata masih kurang yah. Kat dokter memang kejadian ADB ini tinggi pada bayi 6-12 bulan. Hiks hiksss... Sehat sehat terus yah sayang... mpasi dedek sekarang jadi sering mama tambahkan ati ayam kampung.
    • Kemampuan bahasa dan sosial Anbiya semakin berkembang. Di umur 10 bulan ini lagi ceriwis nya.. Senang kalau Anbiya udah ngomong pakai bahasa bayi, suka mama tanggepin jadi kayak ngobrol. Anbiya udah bisa ngomong mama, papa, nenen. Anbiya juga sudah bisa mengenali anggota keluarga dan membedakan dengan orang asing. Tapi dengan orang asing pun, Anbiya sangat ramah suka tersenyum ☺️
    • Anbiya belajar mandiri. Sudah bisa minum sendiri, pegang botol strawcup nya.. Anbiya senang membaca buku, bisa buka buku sendiri, dan responsif dengan lingkungan.
    • Anbiya bisa menirukan gerakan “dadah”, kalau bilang “sayang mama” langsung cium pipi mama. Bisa salim juga tapi kadang masih melengos sih hehee. Suka mainin remot tv, remot ac. Senang menirukan apa yang mama lakukan, contoh nyala-matikan lampu, nyalain ac, mencet dispenser, etc.
    Hmm ok kira-kira itu yang terjadi pada saat Anbiya 10 bulan. Mama sangat excited menanti kejutan apalagi yang akan Anbiya tunjukan. Sehat selalu ya sayang.. semoga selalu dalam lindungan Allah, dan bertumbuh kembang sempurna sesuai dengan usianya.. aamiin ya rabb...

    Monday, December 31, 2018

    2018 Highlights. Being a New Mom and Another Blessing

    Gak kerasa tiba di penghujung tahun. Tahun 2018 boleh dibilang tahun yang paliiingg berkesan di hidup aku, karena aku memulai peran baru sebagai seorang Ibu.
    Di postingan ini, aku pengin kilas balik.. merekap apa yang menjadi highlight sepanjang tahun 2018😊

    ❤️❤️❤️

    Mau sedikit flashback.. setelah aku resign kerja, aku  ikut suami yang lagi tugas di Palembang. Tapi ketika hamil menginjak usia 7 bulan, aku pulang ke rumah orangtua di Tangsel karena berencana akan melahirkan di sana.
    Hingga akhirnya aku melahirkan pada tanggal 12 Februari 2018. Birth story lengkapnya bisa baca di sini yaaa ❤️

    Rasanya bersyukur banget bisa dikasih kesempatan sama Allah untuk bisa hamil, kemudian melahirkan. Melahirkan adalah momen yang paling berkesan di tahun 2018, pengalaman luar biasa yang gak akan terlupakan. Alhamdulillah sangat diberi kemudahan oleh Allah baik dari proses melahirkannya hingga recoverynya ❤️


    Momen selanjutnya setelah melahirkan adalah menyusui. To be honest, part menyusui ini adalah part yang paling menguras emosi jiwa raga. Untungnya, sebagai anak kedua yang pernah belajar dari pengalaman menyusui sang kakak, aku paham betul kalau menyusui -apalagi untuk yang pertama kali nya, bukanlah hal yang mudah. Ilmu tentang menyusui/ mengASIhi aku pelajari sejak masa kehamilan. Terutama ilmu dasar seperti perlekatan yang benar, kebutuhan asi bayi baru lahir, termasuk hambatan-hambatan yang umum dijumpai pada ibu menyusui. Tapi kenyataannya, walaupun sudah belajar ilmunya, tetap saja pengalaman pertama menyusui terasa penuh kekhawatiran, cemas. Mungkin efek hormon dan lelah pasca melahirkan juga. Bayangin aja abis perjuangan panjang melahirkan, gak ada sempat istirahat langsung begadang ngurusin bayi. Sungguh nikmaaattπŸ˜‚

    Daaan.. dalam kondisi seperti itu, sensitif banget rasanya dengan komentar orang. Apalagi yang komentarin kondisi bayi. Disinilah dukungan dan kehadiran keluarga/ orang yang disayang benar-benar dibutuhkan. Special thanks to my mom.. neneknya Anbiya, for taking care of me ketika mas ghifar jauh karena kembali ke perantauan. Yang selalu siapin susu prenagen coklat setiap pagi dan masakin yang enak-enak. Sayur kacang merah, daun katuk, aneka lauk, cemilan, dan semuaaanyaaaa hingga asi berlimpah mencukupi untuk Anbiya. Walaupun mamah gak bisa nemenin aku begadang, tapi segala perhatian mamah sungguh berarti ❤️


    Perjalanan ku menjadi seorang Ibu masih sangat panjang. Doa ku selalu sama, semoga Allah selalu memberikan kekuatan, kesabaran, kemudahan, kesanggupan, kemuliaan pada ku menjadi seorang ibu, untuk membesarkan anak-anak ku.. Dan seorang istri yang baik juga pastinya ☺️

    Soon mau cerita tentang pengalaman menyusui ya ☺️

    ❤️❤️❤️

    Next.. Seminggu setelah melahirkan, mas ghifar mendapat panggilan fit and proper test dari kantor pusat, untuk promosi jabatan sebagai Kasie. Jadi waktu itu ada 10 orang yang dipanggil, mas ghi jadi yang paling termuda loh.. so proud! Alhamdulillah.. setelah melewati beberapa test dan interview, akhirnya mas ghi lolos dan jadi Kasie di salah satu proyek BUMN konstruksi. Alhamdulillah pencapaian karier yang baik di tahun ini dan bener-bener rejekinya dedek bayik banget! ❤️
    Dear hubby, apapun cita-cita kamu.. segala impian mu baik dalam dunia karier (ingin jadi kabag, direktur keuangan), keluarga, dll akan selalu aku dukung dan doakan. I’ll always beside u ❤️

    Tahun 2018 ini juga secara finansial jauh lebih baik. Akhirnya bisa lunasin cicilan mobil lebih cepat dan juga impian bisa punya rumah sendiri tercapai. Rumahnya sekarang masih proses pembangunan, dan InshaAllah akhir tahun 2019 sudah selesai. Rumahnya kami beli masih daerah Tangsel, seneng karena dekat dengan orangtua. Alasan lain kenapa di Tangsel, karena kantor pusat mas ghi ada di Jakarta. Jadi kalau someday ngantornya di pusat, dekat ke kantor bisa naik commuter line. ☺️


    Hal yang tak terlupakan lagi di tahun 2018, para anak dan menantu mamah papah bisa memberi hadiah untuk mamah papah umroh. Dan alhamdulillah udah terlaksana di bulan Oktober 2018 kemarin. Mamah papah seneengg banget. Semoga mamah papah sehat panjang umur, dan bisa berkesempatan ke tanah suci lagi untuk naik haji. Antrian haji mamah papah masih sekitar 10 tahunan lagi, semoga aja bisa berangkat dimajuin lebih cepat. Aamiin πŸ˜‡


    Akhir tahun 2018 Anbiya pertama kali nya sakit. Sedih banget ya Allah kalau anak sakit. Ketularan sama aku. Awalnya batuk pilek, kemudian demam tinggi, yang akhirnya ketauan kalau kena roseola. Pas lagi demam tinggi sampai kejang demam :((


    Sedih banget. Tapi Anbiya kuat. Anak mama hebat.  Aku semakin bersyukur saat ini atas pilihan ku menjadi ibu rumah tangga yang selalu siap siaga untuk anak dan suami. Semoga Allah selalu memberi nikmat sehat untuk kami semua. Aamiin Ya Allah..

    ❤️❤️❤️ 

    Okaay.. cukup sekian kira-kira 2018 highlight nya.. 
    Alhamdulillah bisa kelar nyolong waktu mumpung Anbiya tidur. Hihii.
    Sekalian deh resolusi tahun 2019, semoga aja tercapai ☺️
    • Menjadi istri yang lebih baik dan perhatian dengan suami πŸ₯°
    • Menjadi ibu yang sabar dan penuh kasih sayang πŸ₯°
    • Menjadi anak yang terus berbakti pada orangtua dan menjaga komunikasi dengan baik πŸ₯°
    • Bisa mengendalikan emosi ketika marah, tahan ucapan yang gak baik dan selalu positive thinking
    • Semakin rajin menabung/ invest
    • Daftar haji dengan suami. Aamiin semoga ada rezekinya
    • Buka usaha kecil-kecilan dari rumah (ibu rumah tangga produktif 😝)
    • Dan rajin menulis di blog hehehee
    Terimakasih Ya Allah untuk tahun 2018.
    Semoga 2019 lebih baik lagii ❤️
    Aamiin

    Friday, December 21, 2018

    Anbiya 9 Bulan

    12 November 2018, Anbiya ulang bulan yang ke-9. Alhamdulillah semakin hari semakin banyak hal baru yang membuat mama papa takjub..
    Dari perkembangan fisik, BB Anbiya saat 9 bulan ini 9,63 kg dengan tinggi 73,5 cm. Beratnya cuma naik beberapa ons aja dari bulan lalu, karena Anbiya udah aktif bangetπŸ˜† tapi alhamdulillah tetap dalam range ideal untuk bayi laki-laki.


    Untuk perkembangan milestone-nya, ini aku lihat panduan dari buku KIA posyandu dan buku dari RS.

    Menurut buku panduan KIA Posyandu, bayi 9 bulan sudah bisa : 
    • Merambat
    • Mengucapkan ma..ma, da..da
    • Meraih benda sebesar kacang
    • Mencari benda atau mainan yang dijatuhkan
    • Bermain tepuk tangan atau cilukba
    • Makan kue atau biskuit sendiri
    Buku panduan RS Eka Hospital, bayi 9-12 bulan :
    • Berdiri sendiri tanpa dibantu
    • Melambaikan tangan (bye-bye)
    • Menunjuk untuk meminta sesuatu
    • Memanggil mama papa 
    Anbiya sudah bisa semuanya kecuali merambat. Di usia 9 bulan ini, kemampuan berdiri Anbiya masih sama seperti bulan lalu, berdiri sambil berpegangan sesuatu untuk menopang tubuhnya. Tapi belum bisa melangkah/ bergeser merambat.
    Gak perlu khawatir karena perkembangan tiap anak itu beda-beda. Untuk kemampuan berdiri ini masih bisa ditunggu hingga umur 12 bulan. Yang penting mama lakukan stimulasi yang sesuai dengan kemampuan Anbiya.



    Selain stimulasi berdiri, mama juga melatih Anbiya untuk merangkak. Seperti mama cerita di postingan milestone sebelumnya, bahwa merangkak itu banyak sekali manfaatnya. Di umur 9 bulan ini, Anbiya belum bisa merangkak. Masih ngesot atau berguling-guling untuk meraih sesuatu. Tapi progress yang mama lihat, tangan Anbiya semakin kuat menopang ketika mau mencoba merangkak, walaupun akhirnya ngesot. Hehee. Gpp sayang, pelan-pelan nanti bisa yaaa ;)

    Di umur 9 bulan ini Anbiya sudah lancar duduk sendiri tanpa bantuan,, dari posisi tiduran. Dan juga akhirnya bisa mengucap pa..pa..papaa.. biasanya kemarin cuma bisa panggil mama 😊
    Semakin ekspresif, bisa ngambek marah senang sedih takut. Biasanya kalau ngambek suka menghentak-hentakan kaki sambil merengek khas bayi. Kalau lagi gembira biasanya senyum tertawa dan mengoceh sambil bertepuk tangan. Anbiya juga bisa menunjukkan ekspresi takut kalau ditinggal mama. Sebenarnya Anbiya ini mau-an sama siapa aja. Sumeh dan ramah sama semua orang. Tapi pada saat tertentu, misal lagi ngantuk yang dicari pasti mama dan akan nangis kalau lihat mama pergi  walaupun itu cuma ke dapur atau kamar mandi πŸ˜†




    Oh ya, saat umur 9 bulan, Anbiya imunisasi MR di rumah vaksinasi BSD. Alhamdulillah gak demam dan rewel setelah vaksin MR. Vaksin MR di rumah vaksin bsd ini biayanya Rp 350.000,-, Lebih terjangkau daripada di RS, dokternya pun baiiikk banget (dr. Mutiara).

    Ok.. begitulah kurang lebih perkembangan Anbiya pada saat berumur 9 bulan. Saat ini umur Anbiya sudah 10,5 bulan. Semoga Anbiya selalu sehat dan dalam lindungan Allah swt. Aamiin πŸ’•πŸ’•

    Saturday, December 8, 2018

    Merawat Area Kewanitaan (Pasca Melahirkan & Pasang KB)

    Empat bulan setelah melahirkan, aku kembali visit ke dokter obgyn untuk pasang KB IUD. Sebelum pasang, dokter menjelaskan berbagai hal mengenai IUD, termasuk efek samping yang mungkin terjadi.
    Salah satu efek samping memakai IUD yang jadi concern aku adalah: rentan mengalami keputihan.
    Tapiii.. dokter bilang ini tergantung gimana kita ngerawat miss V alias area kewanitaan. 
    Sebenarnya, perawatan area miss V itu gak yang gimana-gimana banget. We all know that, air bersih saja sudah cukup untuk membersihkan miss V.
    Iya, cuma air aja gak usah pakai apa-apa.

    Tapi karena aku sudah kadung pakai IUD, aku butuh ‘sesuatu’ (selain air) yang bisa merawat miss V aku agar selalu bersih, fresh, serta bebas keputihan.

    Dan pilihan ku adalah : 

    Lactacyd Feminine Hygiene


    (Ini bukan endorse ya. Wkwk. Iyalah, siapa gw? 😝)

    Kenapa pilih Lactacyd ??
    • Anbiya sejak lahir mandi pakai Lactacyd Baby dan suka banget sama sabun itu! Jadinya pas lagi pilih-pilih sabun untuk miss V dan lihat ada Lactacyd Feminine Hygiene, ya beli lah. Pikirku, kualitasnya pasti sebagus Lactacyd Baby juga.
    • Lactacyd Feminine Hygiene memiliki kandungan Lactic Acid dan Lactoserum. Jadinya pH-nya sesuai dengan kondisi area miss V (asam). Ini yang penting dan utama aku cari. Dengan begitu gak akan mengganggu keseimbangan flora normal yang ada di miss V sehingga gak rentan terkena keputihan. (Btw, masih banyak sabun sabun area kewanitaan yang justru pH nya basa loh).
    • Mild, wanginya gak menyengat. Wangi alami aja karena mengandung milk extract.
    • Mudah ditemukan dimana-mana (drugstore).
    Naah.. walaupun Lactacyd Feminine Hygiene ini tulisannya daily protecting wash alias aman digunakan sehari-hari, tapi aku gak menggunakannya setiap hari. Tetap yang utama dengan air bersih. 
    Di bawah ini.. sharing kapan saja aku menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene untuk merawat area kewanitaan ku.. πŸ˜ŠπŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»
    1. Ketika habis pergi ke luar rumah dan buang air kecil di toilet umum (contoh: mall atau dimanapun yang toilet umum). Begitu sampai rumah, langsung bilas dan bersihkan dengan Lactacyd, kemudian ganti celana dalam.
    2. Ketika menstruasi. Biasanya area miss V akan terasa lebih lembap, apalagi semenjak pasang IUD darah yang keluar super dereeess dan durasi mens jadi lebih panjang. Jadi supaya miss V tetap nyaman, bersih dan fresh, saat mandi sekalian aku pakai Lactacyd ini. Cukup sekali sehari. 
    3. And everytime needed! Whenever I want to feel fresh down there, yaa tinggal pakai 😊
    Simple kaan cara ku merawat miss V dengan Lactacyd? Hehee
    So far yang ku rasain setelah menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene ini, miss V ku terasa bersih, fresh, dan bebas bau tak sedap.
    Sampai saat ini aku sudah 6 bulan pakai KB IUD, dan dengan cara ku merawat miss V seperti di atas, aku gak pernah mengalami keputihan ataupun gatal-gatal. Alhamdulillah πŸ˜‡

    Lactacyd Feminine Hygiene ini ada tiga kemasan, yang 60 ml, 150 ml, dan 250 ml. Aku punya yang ukuran sedang dan kecil. Ukuran sedang aku simpan di rumah, yang kecil aku simpan di pouch untuk dibawa ketika traveling.

    Harga Lactacyd Feminine Hygiene ini bervariasi, kisaran Rp 25.000 untuk yang 60 ml, Rp 45.000 yang 150 ml, dan Rp 90.000 untuk yang 250 ml. Harganya sangat sebanding dengan kualitasnya, dan irit juga bisa awet berbulan-bulan gak cepat habis karena ‘kan gak dipakai setiap hari.

    Oh ya, karena ini bukan sponsored post, tapi kok malah kayak promosiin brand Lactacyd banget ya? Wkwkwk. So, ini aku kasih info referensi beberapa produk sabun lain untuk area kewanitaan yang juga punya pH asam seperti Lactacyd. Contohnya ada Absolute dan Betadine Feminine Wash Foam (Bukan Betadine yang warna pink itu ya. Kalau yang pink itu isinya iodine, untuk pengobatan keputihan. Bukan untuk perawatan miss V sehari-hari).

    Tapi karena aku sudah mencoba Lactacyd Feminine Hygiene dan cocok dengannya, so yeah I will repurchase this product again! πŸ’•

    Rate : 5/5

    Okay sekian, terimakasih dan terima endorse-an! 😝😝 hahahah *kidding

    Baca Juga : 
    Review Sabun Lactacyd Baby

    COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES