SOCIAL MEDIA

Monday, May 20, 2019

REVIEW: Popok Sweety Gold

Kali ini aku mau review produk bayi yang Anbiya pakai lagi nih, yaitu pospak alias popok sekali pakai. 

Saat Anbiya baru lahir, di RS sudah langsung dipakein pospak sama susternya. Dan pospak yang dipakai dapet dari RS itu merk “Sweety Comfort Gold”.

Di saat itu lah, jadi pertama kalinya aku kenal sama yang namanya popok merk Sweety. Dan kesan pertama ku, “Enak yaah ni popok, halus. Gak bulky juga, pas banget di badan newborn.”



Nah sepulangnya dari RS, Anbiya pakai popok kain dulu untuk sehari-hari di rumah sampai usia 3 bulan. Setelah itu lanjut pakai pospak Sweety Gold lagi dan keterusan deh sampai sekarang! Gak pernah gonta-ganti coba merk lain.

Btw, Sweety ini punya beberapa varian, ada Sweety Gold (versi premium), Sweety Silver (menengah, di bawah Gold), dan Sweety Bronze (versi ekonomis).

Kenapa aku suka sama Sweety Gold?
  • Dia termasuk popok kelas premium, tapi harga terjangkau dan paling penting cocok sama kantong. Sekarang Anbiya udah pakai size XL harga kisaran Rp 128.000-135.000 untuk jumbo pack-nya isi 44 (di e-commerce/ toko susu).
  • Ada indikator pipis nya. Ini cukup penting untuk aku, karena biar bisa pantau udah atau bisa pipis apa enggak. Kalau sudah kena pipis, garis kuning akan berubah jadi biru. Tapi aku gak nunggu sampai full biru semua sih, rata-rata tetep 3 jam sekali aku ganti.
  • Anti bocor. Selama pakai Sweety Gold ini gak pernah ada keluhan bocor, apalagi pas malam hari.
  • Cocok di kulit Anbiya, bahannya halus, gak pernah bikin ruam popok.
  • Dan yang terpenting! Suka sama fitur nya: slim fit comfort, diamond layer technology di permukaan! Ini juaranya sih, jadi kalau pipis, tu air pipis gak akan ngeyembeng (hahha apa yah bahasanya) di atas permukaan popoknya. Kalau dipegang, bener-bener teteppp keriing bagian permukaannya. Gak basah basah lembap. Klaim-nya pun, diamond layer ini mengurangi 50% resiko cairan bersentuhan dengan kulit bayi serta mendistribusikan dan menyerap cairan super cepat. Dan ini cuma ada di Sweety Gold ya.. Klaim lain: overnight pants with maximum absorbency. Tuh kaan, emang betul deh nyaman dipakai semalaman pun no bocor bocor.

Btw, dulu aku pernah 1x beli Sweety Silver Pants karena waktu itu yang Gold lagi kosong.
Nah aku ulas sedikit perbandingannya ya antara Sweety Gold dan Sweety Silver. 


Kiri : Sweety Gold ada indikator wetness dan disposable tape. Desain Gold Hello Kitty & Dear Daniel.

Kanan : Sweety Silver gak ada indikator wetness maupun disposable tape. Desain gambar beruang.

Untuk bahan, Sweety Silver cukup halus, tapi Gold jauh lebih haluuss karena dia premium,, termasuk di karet pinggangnya pun stretch dan halus. 

Nah di bawah ini foto Diamond Layer yang ku maksud. 


Kiri : Sweety Gold seluruh permukaan bagian dalam teksturnya Diamond Layer yang bikin penyerapan cepat dan anti bocor.

Kanan : Sweety Silver permukaannya rata aja.

Semoga kelihatan bedanya ya, maklum cuma foto pakai hp aja dan gak sempat ngedit huhuu. Untuk penggunaan, pernah bocor pakai Sweety Silver terutama pas pup kurang bisa menahan cairan.

Oh ya, Sweety ini memiliki berbagai size: newborn, S (< 6 kg), M (7-12 kg), L (11-15 kg), XL (14-18 kg), dan XXL (> 17 kg).
Tapi berat badan yang tercantum ini gak bisa dijadikan acuan, karena Anbiya dari umur 7 bulan sudah pakai size XL! Padahal BB nya waktu itu belum sampai 14 kg. Jadi sesuaikan aja dengan kondisi baby. Jangan sampai pakai popok yang nyesek di perut atau ngetat di paha.

Naahh.. Saking cocoknya sama Sweety Gold dan udah gak akan pindah ke lain hati deh kayaknya...  sampai Papa Anbiya kalau beli popok suka langsung ngeborong sekardus gede gini. Kita udah punya toko langganan di Palembang hehee


Baca Juga : Tempat Belanja Popok Murah di Palembang

***

Okaay, begitulah review popok Sweety dari aku. Apa yang aku tulis di sini berdasarkan pengalaman penggunaan pribadi, yang mungkin bisa berbeda di orang lain.
Akhir kata, semoga tulisan ku ini bermanfaat ya untuk teman-teman yang membaca ❤️
Rate : 5/5

Tuesday, May 14, 2019

Anbiya 12-14 Bulan

Anbiya saat ini usianya 15 bulan 2 hari, tapi mama mau lanjut cerita tentang perkembangan Anbiya pas di usia 12-14 bulan dulu ya.. Rapel nih dijadiin satu hehehee. 


Dari perkembangan fisik, saat Anbiya 12 bulan berat badannya sudah mencapai > 3x berat lahir, alhamdulillah. Waktu lahir Anbiya tergolong mungil 2,86 kg. Dan saat 12 bulan beratnya 10 kg dengan tinggi badan 76 cm. Alhamdulillah kalau dilihat dalam kurva pertumbuhan masuk dalam range ideal.
Sampai Anbiya umur 14 bulan berat badannya gak banyak bertambah, pas 13 bulan udah 11 kg, trus terakhir nimbang eh malah turun jadi 10 koma sekian hampir 11 kg karena Anbiya lagi bapil waktu itu. Kalau di KMS masih aman ya, masih di garis hijau, kalau tinggi belum ukur lagi tapi yang pasti nambah tinggi sih soalnya sekarang kalau berdiri di depan lemari susun udah hampir sama tingginya hehee. 



Usia 12-14 bulan ini juga Anbiya masih minum suplemen zat besi. Yang mau baca kisah ADB Anbiya bisa klik di sini yaaa.. InshaAllah sebentar lagi Anbiya mau check-up dan screening ulang, semoga hasilnya bagus lagi Hb, ferritin, dan serum iron-nyaπŸ˜‡

Mulai usia 12 bulan ini, banyak hal baru yang dialami Anbiya yang bikin mama papa kaget, haru, dan bangga. 
Sebelumnya Anbiya kalau main ring donat bebek (eh apa sih tu namanya? Sebut aja ring donat bebek yaaπŸ˜‚) cuma bisa ngacak-ngacakin aja, pas 12 bulan udah bisa nyusun sendiri! Mama kaget banget pas lihat pertama kali Anbiya mencoba mamasukkan ring-nya satu persatu ke dalam tiang. Yaa, baby is a genius.. berarti Anbiya memerhatikan mama sejak dulu yaa cara mainnya bagaimana, dan pas 12 bulan ini Anbiya akhirnya bisa praktekin sendiri.

Gak cuma ring donat bebek aja, tapi jenis mainan lain pun mulai ngerti cara mainnya gimana dan langsung bisa praktekkin. Anbiya punya mainan mobil-mobilan (dump truck dan excavator) yang ada tombol suara dan tombol lain untuk gerak, Anbiya ngerti gimana cara pencetnya dan mainnya. Seneng banget lihatnya, mulai bisa menggerakan dan menggunakan jari-jari kecilnya (motorik halus). Hal kecil tapi sangat bermakna dan happy banget ngeliatnya.
Tiap sukses melakukan sesuatu pun, Anbiya pasti ngelihat ke arah mama papa, dan biasanya mama papa memberi pujian untuk Anbiya dan itu bikin Anbiya jadi seneng juga.


Anbiya senang membaca buku, suka minta mama papa bacain, atau buka buku sendiri dan pura-pura baca buku. Hehee. Mama juga mulai mengenalkan Anbiya dengan mainan edukasi lain, seperti puzzle knob, puzzle biasa, shape, dan hammering bench. Anbiya juga semakin fokus kalau mama ajak main flash cards. Buku juga sekarang lebih suka tipe activity book macam sticker book, story book, dan sound book.

Mulai umur 12 bulan ini juga mama papa surprised dengan berbagai tingkah Anbiya yang copy-ing orangtuanya. Ya, Anbiya bisa menirukan berbagai kegiatan, seperti menyapu, mengepel, ngelap-lap, bersihin kasur pakai tebahan, pencet remot tv, ac, ambil gelas dan pencet dispenser untuk minum, mencoba makan suap sendiri dengan sendok, sampai niruin cara nguleg bawang! Kalau gerakan sholat baru bisa niru angkat tangan saat “Allahuakbar” dan sujud. Pokoknya banyak banget hal yang ditiru Anbiya, hal ini sekaligus jadi reminder kami orangtuanya, bahwa anak memang belajar dan gampang menyerap dari apa yang ia lihat. Sebisa mungkin lakukan dan berikan contoh-contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai orang tua, selalu berusaha untuk jadi lebih baik dan meninggalkan kebiasaan buruk, semoga kami bisa menjadi teladan yang baik untuk anak kami, aamiin..



Kemampuan berbahasa, Anbiya 12-14 bulan bisa mengucap mama, papa, nenen, dek, enggak, dan sisanya masih kata-kata bahasa bayi seperti, “ja..eja..” mungkin maksudnya kerja ya? 
Papa eja..
“Tak..tak..”
😊
Mama papa coba stimulasi kemampuan bicara Anbiya dengan sering diajak ngobrol dan dibacakan buku. Semoga perkembangan bicara Anbiya normal seiring usianya.. aamiin

Kemampuan motorik kasar, Anbiya 12 bulan merangkak cepat, 13 bulan merambat dan jalan dititah dua tangan, 14 bulan berdiri sendiri tanpa berpegangan sudah bisa > 5 detik, namun belum berani melangkah sendiri. Jalan bisa dititah satu tangan.
Awalnya mama merasa khawatir kenapa Anbiya belum bisa jalan sendiri, sedangkan teman-teman yang seumuran atau lebih muda udah lancar berjalan bahkan berlari. Tapi mama langsung istigfar abis itu, tiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Punya “waktunya” masing-masing. Mama sadar walau Anbiya belum bisa berjalan sendiri, Anbiya punya banyak kelebihan lain, dan mama yakin Anbiya pasti bisa berjalan.
Mama juga pernah baca di artikel dan ini bagus banget menurut mama,
Jangan pernah membandingkan anak kita dengan anak orang lain. Tapi bandingkanlah kemampuan anak kita hari-hari yang lalu dengan hari ini

Ya, mama jadi gak khawatir lagi, apalagi kalau ada yang nanya kok belum bisa jalan? 😊
Karena kalau mama lihat dari hari-hari sebelumnya (sesuai kutipan di atas tadi), Anbiya berprogress . Artinya jika mama bandingkan kemampuan motorik kasar yang dulu dengan sekarang, wah berkembang pesat banget. Mulai dari berguling, duduk sendiri, merangkak, berdiri, merambat, jalan dititah dua tangan, dititah satu tangan, dan InshaAllah segera berani berjalan sendiri yaa sayang..
Mama juga sewain push walker untuk bantu Anbiya latihan jalan. Semoga Anbiya bisa segera pede untuk melangkah yah, Nak😊 Aamiin 

Umur 14 bulan, kemampuan sosial-emosionalnya semakin berkembang. Anbiya senang sekali setiap ketemu teman yang gak jauh beda umurnya, atau siapapun. Dan sudah semakin bisa mengekspresikan emosinya: senang, sedih, takut, kesal, dll. Anbiya juga sudah punya keinginan sendiri dan bisa mengutarakannya ke mama dan papa. Kalau sudah punya keinginan, bisa merajuk meminta mama dan papa melakukannya, kadang jadi tantrum kalau misal gak dilakuin ketika Anbiya sedang ngantuk atau lapar. Misal minta digendong keluar dulu lihat kucing sebelum makan, minta ikut naik mobil sebelum papa berangkat kerja.

Kemampuan makan, Anbiya umur 12 bulan mulai dikenalkan nasi, tapi masih kadang mau kadang enggak. Jadi mama masih suka buatin nasi tim lembek atau bubur. Nah umur 13 bulan kemampuan makannya mulai berkembang, udah mau makan nasi dan menu sama kayak menu keluarga. Umur 14 bulan makannya mulai banyaaakk.. seneng banget mama. Walaupun lagi tumbgi juga tetep mau makan. Menu makannya seperti nasi sop ayam, nasi sayur bayam + ati ayam/ tempe goreng + ikan/ udang goreng. Sayur paling sering masak bening aja biar mama ringkes dan Anbiya suka kayak bayam, oyong. Tumis kangkung, tauge, sawi putih juga suka banget Anbiya. Lauk antara ayam, telur, ikan, daging, udang. Alhamdulillah sampai saat ini gak ada alergi makanan juga.
Kalau lagi di luar, mama papa pasti cari resto harus yang ada fresh juice-nya. Karena andalannya pesen jus alpukat, jaga-jaga kalau Anbiya gak cocok dengan menu makannya, tapi ada minum jus alpukat yang lumayan bikin kenyang. Tapi alhamdulillah selama kami makan di luar, Anbiya selalu bisa ngikutin dengan menu yang kami pesan. Pokoknya kalau papa nanya, “mau makan di mana?” Di mana aja yang penting Anbiya bisa makan. Mie goreng, mie ayam, nasi goreng, sampai pasta seperti lasagna dan spageti suka. Kalau dessert manis-manis seperti pancake jangan ditanya ya, suka banget itu mah Anbiya sama yang manis-maniss. 
Tapi walaupun Anbiya makannya mau, nyuapinnya tetep butuh kesabaran juga. Selalu butuh “pancingan” kayak kasih benda apa gituu buat dipegang-pegang, dimainin, untuk pengalih fokus biar Anbiya mau buka mulut. Kecuali kalau udah laper banget, biasanya yang nyamperin minta makan sampe gebrak-gebrak mejaπŸ˜… hahaha lucuu deh kamu, Nak.



Sejak umur 9 bulan Anbiya mulai dibiasain minum pakai sedotan, jadi pas 12 bulan ke atas udah lancar minum pakai sedotan, dan sekarang juga udah bisa minum gelek langsung dari gelas pegang sendiri. Jadi kalau pergi-pergi, kami lumayan mudah ngasih air minum ke Anbiya karena udah bisa minum langsung dari botol Aqua.
Semoga Anbiya makannya lahap terus yah dan mama punya banyak stok sabar untuk nyuapinπŸ˜†

***

Naahh.. Seperti biasa, mama punya panduan manual di rumah untuk check list tumbuh kembang Anbiya (buku catatan kesehatan dari Eka Hospital + buku dari posyandu), buat lihat aja kira-kira sesuai gak sih tumbuh kembangnya? Ini mama tulis di bawah ya πŸ‘‡πŸ»

Menurut buku catatan perkembangan anak dari Eka Hospital, bayi 12-15 bulan sudah bisa :
  • Menirukan kegiatan: menyapu, mengepel
  • Memasukkan kubus ke gelas
  • Berbicara satu kata
  • Berjalan*
  • Berbicara dua kata*
  • Mencoret-coret*
*(Berjalan, berbicara dua kata, dan mencoret-coret umumnya di umur 15 bulan. Jadi sebenarnya Anbiya masih batas wajar 14 bulan baru bisa berdiri tanpa berpegangan dan jalan dititah satu tangan. Semoga sebentar lagi bisa jalan sendiri aamiin aamiin).

Sedangkan dari buku posyandu, bayi 12 bulan :
  • Berdiri dan berjalan berpegangan
  • Memegang benda kecil
  • Meniru kata sederhana seperti ma..ma.. pa.. pa..
  • Mengenal anggota keluarga
  • Takut pada orang yang belum dikenal
  • Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/ merengek

Dari dua buku panduan tsb alhamdulillah Anbiya sesuai semua. Tinggal mama dan papa terus stimulasi dan dukung Anbiya untuk berjalan.
Dan di buku KIA posyandu juga ada πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»

Stimulasi yang bisa dilakukan orang tua atau anggota keluarga di rumah untuk bayi 1-2 tahun :
  • Ajari berjalan di undakan/ tangga
  • Ajak membersihkan meja dan menyapu
  • Ajari membereskan mainan
  • Ajari mencoret-coret kertas
  • Ajari menyebut bagian tubuhnya
  • Bacakan cerita anak
  • Ajak bernyanyi
  • Ajak bermain dengan teman
  • Beri pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu
  • Ajari anak untuk bergerak bebas dalam pengawasan
  • Orang tua membimbing agar anak mematuhi aturan permainan
  • Biasakan menggunakan perkataan santun

***

Ok cukup sekian cerita mama tentang milestones Anbiya 12-14 bulan. Semoga Anbiya selalu sehat dan tumbuh kembangnya normal sesuai usianya. Tapi yang lebih penting, doa mama agar Anbiya tumbuh menjadi anak yang baik hatinya, menyenangkan, dan bermanfaat untuk banyak orang. Aamiin..

Saturday, May 4, 2019

Marhaban Ya Ramadhan 1440 H

Alhamdulillah sebentar lagi masuk bulan suci Ramadhan. Bahagia sekali rasanya.. Besok sudah mulai tarawih dan sahur pertama. Tahun ini jadi Ramadhan kedua bagi keluarga kecil kami, tapi baru pertama kalinya bisa ngumpul bertiga. Ya, karena tahun lalu aku masih di rumah orangtua karena baru melahirkan Anbiya.

Saat ini, kami bertiga tinggal di tanah rantau, Kota Palembang, ikut dengan papa yang sedang bertugas di proyek pembangunan tol sumatera. Hari-hari di bulan Ramadhan kali ini akan aku lalui dengan menyiapkan santap sahur, menu takjil dan berbuka. Alhamdulillah seneng rasanya bisa masakin buat suami. Kalau lagi gak sempet masak, di depan komplek buanyaakk banget yang jualan semacam ada TJ (taman jajan) gitu..
Alhamdulillah juga di komplek ada masjid besar dan bagus. Masjidnya selalu ramai setiap waktu sholat fardhu, pasti Ramadhan nanti bakal semakin ramai deh. Senengnya kalau lihat masjid ramai tuh..😊 Anbiya juga udah beberapa kali ikut solat berjamaah di masjid alhamdulillah gak rewel. Anteng banget dengerin imam baca surat-surat, masya Allah. Tapi kalau nanti tarawih, hmm mungkin mama di rumah aja tarawihnya yaa, karena rakaat-nya kan lumayan banyak, takut Anbiya rewel ngantuk dan jadi mengganggu ibadah orang lain. 


Oh ya, di bulan Ramadhan tahun ini, aku sudah berniat untuk ikut berpuasa karena Anbiya umurnya sudah setahun, sudah bisa makan, gak hanya bergantung dari ASI saja.
Tahun lalu aku gak puasa karena Anbiya masih ASI eksklusif, dan pernah ku coba puasa malah lemes bangeet dan jadi seret juga ASI nya.

Bismillah semoga ibadah di bulan Ramadhan dimudahkan, aku bisa ikut puasa sekaligus lancar mengASIhi, semua dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin..