SOCIAL MEDIA

Saturday, December 31, 2016

2016 Highlights

Today is the last day in 2016. What already been thru in my life some still goes in my life. Never imagine that 2016 give me so much lesson of happiness, sadness, confident-level up, the meaning of trust, self-caring, 'let it go' moments, the power of love, end up the long distance, face the brand new day, out of the passion and everything.
So, here's the highlight.
Maybe I can't write it down completely, but I'm trying to remember it what really amazed me.
The first months in 2016 still have the energizing ambitiously kinda feeling. No, not as a worker exactly but a vet who have load of dreams. One of dream when I was in college came true, became an oral presenter. I wrote paper, presented the clinical cases in front of the audience in national symposium, most audience are senior in practices. Never thought that I will accomplish this one because I'm such a shy person. I got so much motivation that really pushed me up, that I can do that great. Eventually, I was done it successful, went back home as awardee. I was surely can 'break a leg'!
One sad moment after that hilarious, I experienced miscarriage. I'm not going to write here long about this and why it can be happened. But because of this, I learn so much lesson from this heartbreaking moment, to always be grateful to Allah, and believe that Allah already has a great plan to us. Everything that happened in life is just by the sake's of Allah. We also learn to be a good parents by enrich ourselves with knowledge about pregnancy, parenting, etc. So when the day has come again, I'm ready with conscious pregnancy. I've been preparing these all after that moment til now. I want to thank my husband because of his patient, pray, support and love for me that really strengthen me in this situation. I believe that someday we will be a good parents.
And because of miscarriage moment (and any other reasons of course), my husband didn't want me to have a work. In his eyes, I worked very hard. He asked me to resign from my job so I can follow him and live together. He was really got trauma. Trauma of losing the baby, he also worried about my health issue and he regretted that he couldn't accompany me through the hard times because of the long distance. He asked me to move with him, so he can take a good care of me. Take care each other. First, I thought this was a hard decision I should make. I wanted to reach my dreams here in my job, but I also felt so suck with long distance. I was all alone. It was take few months to deal with and finally ready enough to say that I was going to quit. Stressed, argued, bargained, and so on. And, I thought this was it. I still can be a practitioner wherever I go. Plus, I can be so close with my husband everyday. My husband also allow me if I want to go check my patient or get housecall/ home visits. Besides, I will have more time to relax. And finally, the big decision already blown up. I was officially left my job in the last October this year for good.
In the mid December, I moved with my husband. So excited because I'm gonna live in a place who has more fresh air, no traffic, and dunno why I always excited to be at some new places.
My life some changed when I moved here in a small city that it more looked like a small village in one of district in South Sumatera. No more high building, shopping mall, variety-easy to catch up-restaurant, taxi everywhere. Our house located about 63 kms in distance with the center of the city which is takes 1 hour or more to go to. Every weekend my husband and I usually go to the city just for resfreshing, shopping, watching movie, eating delicious dishes that only served in the city or just hanging out.
Something that really feel change is that I always had been busy previously but now I'm just totally a housewife. I need about two weeks for fully adapting with all surround me. The neighbors here mostly an elder, not yet meet the person who has the same age with me. So, how come I passed with so many differences here? I'm just be grateful :)
Ah, I think if I write about this gonna be so long so yeah maybe next time I will post special about moving here!
Something that finally I realized.. my priority has changed. Change into something that it's supposed to be the number one. Family.
No more only me, only you, but us.
Is it sounds cheesy? That's okay, this is just what I feel. The feeling that can not be compare with anything else are the happiness when I can gather up with my husband and relatives, and the sadness that not hang in there alone.
So, this is the last words vomit in the end of 2016. Happy new year 2017 everyone. May luck, blesses and all the goods always be with us ❤

Beautiful Ampera Bridge

Tuesday, December 20, 2016

Perjalanan Darat Jakarta - Palembang

Kira-kira seminggu yang lalu, aku dan suami memulai perjalanan kami merantau ke Palembang dengan mengendarai mobil pribadi. Hal ini dipilih karena kami berencana untuk menggunakan mobil di sana sebagai kendaraan sehari-hari, jadi daripada dikirim mobilnya lebih baik dikendarai sendiri saja. Toh, kalau capek atau ngantuk bisa istirahat dulu, pokoknya kami santai aja selama di perjalanan, gak diburu-buru. Selain itu, barang bawaan pindahan yang seabrek-abrek bisa dengan aman masuk bagasi mobil sendiri.

So, here it is..
Perjalanan Jakarta - Palembang adalah lewat Jalur Lintas Timur Sumatera, dan ini rute yang ditempuh :
Merak - Bakauheni - Ketapang - Pasar Sakti - Mataram Baru - Way Jepara - Sukadana - Purbolinggo - Menggala - Tulang Bawang - Mesuji Lampung - Mesuji Sumsel, Pematang Panggang - Tugumulyo - Teluk Gelam - Kayu Agung - Indralaya - Palembang.

Kalau dari maps, jarak tempuh Jakarta-Palembang via Jalur Lintas Timur Sumatera itu sekitar 618 km atau dapat ditempuh selama 13 jam. Tapi kenyataannya mungkin bisa lebih dari itu ya, hehee..
Dan kali ini akan aku jabarin versi perjalanan aku dan suami :)

11 DESEMBER 2016
*10.00 - 12.00 (Rumah - Pelabuhan Merak)
Kami berangkat dari rumah orangtuaku di daerah Serpong, Tangerang Selatan jam 10 pagi. Dari Serpong gak butuh waktu lama untuk masuk ke Tol Jakarta-Merak. Jam 12 siang, kami udah sampai di Pelabuhan Merak dan langsung menuju dermaga.


Oh ya, biaya naik kapal ferry nya ini total Rp 320.000,- . Karena saat itu bukan musim liburan, jadi deh dermaga sepii banget. Pernah tiga tahun lalu waktu mudik ke Padang naik mobil, ya ampun ramenya gak ketulungan alhasil kami harus mengantri untuk bisa naik kapal. Alhamdulillah kali ini kapal langsung datang dan mobil kami yang paliing pertama masuk kapal lhoo. Hahaa.. Mantaap!


Antrian pertama naik ke kapal ferry. hihihi

*13.00 - 15.00 (Perjalanan di Kapal Ferry)
Kapal ferry kami akhirnya berlayar di selat sunda. Kami dapat kapal yang gak terlalu besar, gak ada ruang VIP nya, tapi lumayan nyaman, banyak sofa-sofa. Dua jam perjalanan dengan kapal, akhirnya kami dapat melihat menara siger yang besar sekali, landmark provinsi Lampung ini, yang tandanya sebentar lagi kapal kami akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni. Yeayy, touchdown Sumatera!

*15.00 - 21.00 (Ketapang - Tulang Bawang)
Setelah keluar dari Pelabuhan Bakauheni, kami langsung berbelok kanan ke arah Jalur Lintas Timur Sumatera. Masuk ke Ketapang, kami melihat banyak sekali Pura hampir di setiap rumah sepanjang jalan, karena memang Ketapang ini terkenal dengan sebutan kampung Bali.
Aku dan suami sangat menikmati perjalanan kali ini, apalagi aku yang super duper excited karena selalu seneng berada di tempat baru, walaupun perjalanannya cukup melelahkan. Dari rumah sampai nyebrang kapalnya sih deket, tapi pas udah di tanah Sumatera ini lhoo bener-bener deh perjalanan panjang dimulai. Banyak ngelewatin hutan yang minim penerangan, banyak truk pengangkut pisang, karet, sawit, plus buanyaak bangeet peringatan hati-hati karena rawan kecelakaan. Parno kan, jadinya aku selalu ingetin suami biar gak ngebut-ngebut. xD
Kalau berangkat dari Jakarta pagi, sebaiknya malam cari hotel atau tempat penginapan. Karena cukup bahaya kalau malam-malam masih terus lanjut jalan. Sekalian isi tenaga dulu bagi yang nyetir, biar besok pagi lanjut perjalanan dengan kondisi yang fit.
Kami menginap di Hotel Le'Man, di Jl. Lintas Timur Sumatera No 149, Tulang Bawang. Aku tau hotel ini hasil googling, akhirnya nemu hotel yang nyaman di sepanjang jalan yang penuh hutan ini. Hehee. Lumayan hotelnya bintang tiga. Kami sampai di hotel (Tulang Bawang) jam 21.00, lalu kami beristirahat. Hotel ini juga biasa penuh sama orang-orang dari Jakarta dan sekitarnya yang mau transit atau istirahat di Jl. Lintas Timur Sumatera ini. Foto-fotonya di bawah ini

Hotel Le'man Tulang Bawang Jl. Lintas Timur Sumatera
Sarapan dulu

12 DESEMBER 2016
*08.00 - 13.00 (Tulang Bawang - Indralaya)
Setelah sarapan di hotel, kami melanjutkan perjalanan. Kira-kira 200an KM lagi untuk sampai di Palembang.
Jam 1 siang kami sampai di Indralaya,  kami berhenti istirahat, makan siang di A&W dan beli duren. Hmm enaak dan murah durennya cuma 10-20 ribuan :D

*14.00 - 15.30 (Indralaya - Palembang)
Kira-kira satu jam kami istirahat di Indralaya, langsung lanjut ke Palembang. Indralaya - Palembang jaraknya sekitar 30an KM, tapi waktu itu jalanan lagi macet.
Sekitar jam 15.30 kami sampai di Palembang. Alhamdulillaah.. Yeaayyy finally arrived! :D
Suami ku yang seharian nyetir ga berasa capek katanya, malah langsung ngajak nonton di Palembang Square XXI dan belanja. Hehee

Jadi.. total perjalanan kami Jakarta - Palembang adalah ... 16 jam 30 menit! Lebih 3.5 jam dari yang diperkirakan oleh Maps, hehehe. Tapi cukup akurat sih, karena kan kami ada berhenti makan, isi bensin dan macet di jalan, LOL.
Kalau nginepnya dihitung, berarti 29 jam atau sekitar satu setengah hari :)

Tips : kalau mau gak pake nginep alias mobil jalan teruus, lebih baik berangkat dari Jakarta tengah malam antara jam 22.00 - 00.00, estimasi sampai di Bakauheni sekitar subuh, setelah itu lanjut terus seharian sampai Palembang, karena lintas timur ini lebih aman dilewati pagi - siang hari.

Kemudian lebih baik bawa banyak bekal makan dan minum maupun cemilan, karena agak susah menemukan rumah makan. Waktu itu kami dibawain bekal daging rendang + beberapa nasi kepal yang dibungkus daun pisang, hehehe kata mamah biar awet tahan lama ga cepat basi :)

Sekian cerita pengalaman perjalanan kami, semoga dapat membantu memberikan gambaran perjalanan Jakarta - Palembang lewat jalur darat, bagi yang membaca :)

Baca Juga : Kisah Merantau ke Palembang

Friday, December 9, 2016

Warisan Pendidikan

Suatu hari, mamah pernah bilang kalo mungkin gak ada warisan berupa materi yang bakal dibagikan buat anak-anak suatu hari nanti, tapi mamah dan papah bakal nyekolahin teteh, aku dan iki setinggi mungkin, biar jadi orang sukses, bisa berkembang dari ilmu yang udah didapat, menghasilkan sesuatu yang berharga terus-menerus hasil dari udah disekolahin sama mamah papah, dan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Intinya, warisan berharga yang diberikan mamah dan papah adalah pendidikan yang baik.

Saat itu aku gak sampe punya pikiran minta atau dapet warisan ini itu. Punya keluarga yang hangat dan harmonis aja udah jadi hadiah buat aku. Karena itu akan jadi pelajaran buat aku gimana aku bercermin ketika berurusan dengan rumah tangga sendiri. Beda dengan keluarga suami ku, bapak ibu mertua karena punya anak tiga, maka harus punya rumah minimal tiga. Jadi bersyukur aja karena apapun yang direncanakan oleh orangtua untuk anak-anaknya adalah yang terbaik.

Tahun ini, selesai sudah tugas mamah papah nyekolahin anak-anaknya sampai bangku kuliah. Iki si adek bungsu akhirnya lulus menyandang gelar Sarjana Teknik (S. T.) dengan predikat cumlaude dari Institut Teknologi Bandung. Aku merasakan bahagia yang teramat sangat sekaligus bangga dan sangat bersyukur mamah papah masih diberikan kesehatan, bisa mendampingi anak-anaknya diwisuda.

Mamah papah, terimakasih atas cinta dan pengorbanan yang sangat besar untuk kami. Warisan yang dulu mamah bilang berupa pendidikan, adalah warisan paling berharga yang pernah ada di dunia dan untuk kami.
Sekarang mamah papah udah gak ada beban untuk membiayai anak-anaknya. Alhamdulillah mamah papah pensiunnya masih sembilan tahun lagi. Uang mamah papah bisa banyak dialokasikan untuk tabungan naik haji. Semoga kami juga bisa bantu wujudin impian mamah papah untuk pergi naik haji bareng. Semoga mamah papah sehat selalu. Aamiin.. We're gonna make you proud, mamah papah ❤

Iki's Graduation Family Potrait